Pertimbangan Investasi Eksplorasi Minyak

Pertimbangan-pertimbangan Investasi dalam Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi

  1. Pendahuluan

Pengambilan keputusan investasi untuk eksplorasi didasarkan hasil pertimbangan dari seluruh aspek aktivitas operasi perminyakan, mulai dari perolehan wilayah kerja, kegiatan eksplorasi, pengembangan, operasi produksi dan pemasaran. Disamping itu, perlu pula mempertimbangkan masalah perpajakan, kebutuhan biaya investasi dan perkembangan harga minyak mentah. Rangkuman dari seluruh pertimbangan dan masalah teknik operasi akan digunakan dasar dalam perhitungan tingkat keekonomian dari suatu potensi geologi.

Pemahaman semua aspek investasi ini, bagi perencana dapat berguna untuk dasar penyusunan rencana pembiayaan, dan upaya untuk mencapai sasaran target pendapatan dan keuntungan bagi suatu perusahaan minyak.

  1. Masalah Eksplorasi

Aktivitas eksplorasi yang dipertimbangkan dalam rencana investasi meliputi masalah perolehan lahan (acquisition) dan bentuk kerjasama. Masalah-masalah ini sangat menentukan tingkat keekonomian dari potensi lana eksplorasi.

  1. Perolehan Lahan Eksplorasi

Pada awal investasi akan dilakukan penilaian terhadap besarnya biaya perolehan lahan atau perolehan mineral interest atau economic interest. Cara perolehan lahan dapat dilakukan melalui pembelian atau perolehan langsung, atau melalui penyertaan (farm-in). Dalam investasi bidang perminyakan, biaya perolehan lahan eksplorasi memegang peranan penting, karena akan mempengaruhi pertimbangan-pertimbangan investasi selanjutnya. Besarnya penawaran biaya perolehan lahan eksplorasi ditentukan oleh nilai ekonomi dari potensi geologinya. Oleh karena biaya ini merupakan pengeluaran front-end, maka akan sangat mempengaruhi tingkat keekonomian lahan eksplorasi.

Biaya perolehan lahan eksplorasi meliputi pengeluaran untuk pembayaran bonus penandatanganan, bonus penggantian data geologi, bonus perpanjangan masa eksplorasi atau produksi, dan keuntungan (capital gain) dalam penyertaan. Pengakuan biaya perolehan untuk kepentingan perhitungan pengembalian biaya dan unsur pengurang dalam perhitungan laba kena pajak tergantung dari ketwentuan perjanjian kerjasama.

  1. Bentuk Kerjasama Eksplorasi

Kerjasama eksplorasi di bidang perminyakan berkisar antara system konsesi, perjanjian secara eksplisit akan mengatur hak atas bagian pendapatan antara investor (perusahaan) yang melakukan aktivitas eksplorasi produksi dan pemerintah setempat pemilik lahan, prinsip perjanjian eksplorasi merupakan komitmen dalam penetapan hak dan kewajiban serta cara pembagian pendapatan antara investor dan pemilik lahan.

Demikian pula untuk ketentuan fiscal akan berkisar antara sistim tax/royalty dan kontrak bagi produksi (production sharing). Pengertian fiscal adalah ketentuan pengaturan mengenai pembagian pendapatan antara Negara pemilik lahan eksplorasi dan perusahaan minyak. Sesuai dengan perjanjian yang sekarang berlaku, jumlah penerimaan pemerintah setempat berkisar antara 30-90%.

Bagi investor, ketentuan fiscal mempunyai pengaruih yang besar terhadap tingkat keekonomian aktivitas eksplorasi. Ketentuan ini sering digunakan oleh pemerintah setempat untuk pengendalian laju kegiatan eksplorasi.

  1. Aktivitas Eksplorasi

Pengeluaran tunai selama masa eksplorasi dan kebutuhan dana untuk aktivitas pengembangan dan produksi harus diperhitungkan secara akurat dalam penilaian ekonomi terhadap potensi geologi lahan eksplorasi. Biaya eksplorasi sebagai pengeluaran front-end sangat mempengaruhi keekonomian (economic viability) dari kelanjutan aktivitas pengembangan dan operasi produksi.

Untuk pertimbangan aktivitas ekplorasi sering dikaitkan dengan masalah potensi geologi dan sifat tertentu dari prospek penemuan cadangan. Potensi geologi mempunyai hubungan erat dengan masalah potensi geologi regional dan besarnya kebutuhan biaya. Perihal sifat cadangan akan mempertimbangkan masalah-masalah tingkat migrasi, ketebalan dan sifat-sifat lain yang berhubungan dengan keekonomian produksi dari cadangan yang bersangkutan.

c.1. Aktivitas Geologi.

Keadaan potensi ekonomi geologi suatu lahan merupakan daya tarik bagi investor untuk melakukan program eksplorasi. Potensi kandungan hidrokarbon yang tinggi dapat mengkompensir ketatnya rezim fiscal, mahalnya alat pemboran dan biaya pengembangan serta biaya operasi produksi. Dalam praktek tingkat komersialitas suatu cadangan sudah mempertimbangkan seluruh aspek rezim fiscal biaya pengembangan dan biaya operasi produksi.

Setiap cekungan mempunyai sifat geologi yang berlainan, sesuai dengan sejarah terbentuknya batuan bumi. Penaksiran kepastian hasil pemboran sumur taruhan (wildcat well) adalah sulit, oleh karenanya kegagalan pemboran sumur adalah biasa. Namun demikian, harus tetap disadari bahwa biaya sumur kosong (dryhole) ini sangat mempengaruhi tingkat keekonomian dari pengembangan suatu lapangan.

Tingkat keberhasilan pemboran sumur sangat tergantung dari aktivitas geologi. Untuk itu usaha pembelajaran geologi dapat menaikkan tingkat kepastian keberhasilan penemuan cadangan, dan dari segi biaya akan lebih murah dibandingkan atas biaya kegagalan sumur.

Oleh

Sutadi Pudjo Utomo